28 Mar 2010

Oalah Tukang Photo Copy !

Mungkin sering ya kawan, ketika kita menjalankan bisnis oriflame ini, kadang kita tidak terlepas dari masalah atau kesulitan yang kita hadapi. Macem-macem deh yang namanya hambatan, dari yang teknis sampai non teknis. Dari hambatan teknis misalnya ketika mau order, berhubungan dengan CS, etc, sedangkan non teknis seperti bagaimana merekrut orang, merawat dan membimbing team, etc. Aku yakin pasti dari mba Thia pun pernah mengalami hambatan, apalagi ketika merekrut orang....cuma bagaimana cara mengatasinya aja, apakah hambatan itu dijadikan sebagai cambuk untuk belajar dan meningkatkan kemampuan agar lebih baik lagi, ataukah malah justru menjadikan putus asa......

Nah bicara soal merekrut orang, kadang aku sering dengar dari para donlenku, apalagi yang masih terhitung baru, baru aja mencoba merekrut, giliran ditolak orang jadi down, jadi males, jadi ogah ngejalanin oriflame. Hingga akhirnya ngecap orifleman tuh susah ya mbak...gitu....Parahnya mungkin baru satu orang yang coba direkrut, nah gimana mba Thia yang rekrut udah ribuan orang. Diamond aja pernah ditolak prospekan, apalagi kita yang belum seberapa....ya toh...

Nih seperti hari ini, aku prospek orang ketika mau photo copy dokumen. Iseng-iseng setelah selesai aku ajak ngobrol aja masnya yang copy-in itu. Si mas ini tampaknya seorang perantau dari pulau sumatera. Awalnya aku tanya "mas ngomong-ngomong punya saudara perempuan gak mas", "punya mbak, tapi di medan"." oh, gitu mas, aku mau ajak oriflame an nih mas". "Oriflame apa sih mbak?" tanyanya. Nah dari situ aku mulai masuk opening mind set lah critanya tentang oriflame dan bossfam, dan bahwa bisnis ini bisa dijalankan juga oleh para pria. bla....bla...hingga presentasi map sakti, flyer promo dan flyer boss fam selesai. Air mukanya sih serius gitu dia mendengarkan, dan tampak sangat tertarik. Dia juga mengaku dulu pernah jalanin MLM lain, yang cari 2 kaki gitu, tapi gak jalan. Trus katanya pernah juga ikutan MLM air minum juga gak jalan. Nah dia aku presetnasi oriflame ini serius gitu, pertanda dia paham. Tapi masih agak ragu untuk join. Katanya "ya udah nanti aku tunggu teman-temanku dulu aja ya mbak", jawabku " loh kenapa musti tunggu dan bergantung sama teman untuk join aja?" setelah sedikit membuka pengertiannya jadilah dia mengisi formulir pendaftaran dan copy KTPnya. Trus aku tanya lagi " mas ini kan aku mau ke bulungan nih, jadi nanti aku sekalian aja bawain starter kitnya kan aku pulang juga lewat sini", "o ya udah mbak.

Ya sudah berangkatlah aku dan suami ke bulungan, memang mau kesana, ada order dan ada yang mau di daftarin. Sekaligus mau prospek ke hotel sultan. Setelah urusan selesai semua, aku dan suami pulang, dan mampir ke si mas tukang photo copy itu jam 5an sore untuk kasih starter kitnya. eh ada temannya juga disana, katanya tertarik mau dipresentasi. Ya udah aku presentasi ke si teman itu. Sementara si mas tukang photo copy itu di getting started sama suamiku. Giliran di ajari ttg CPL dan penekanan ke TUPO, dia tampak bingung, jadi suamiku minta aku sekalian ulangi soal sistem, barengan menerangkan sama si teman dia itu. Eh. gak tau kenapa kok malah jadinya berputar arah, si mas tukang photo copy itu ternyata tampak njiper dan banyak alasan untuk menguatkan pemikirannya bahwa dia tidak akan mampu menjalankan bisnis ini. Secara dia bekerja di photo copy itu tidak akan pernah bisa ikut trening, gak ada libur, takut dipecat sama bosnya, gak bisa nawar-nawarin ke orang, gak bisa jadi sales, gak bisa tupo, etc. Waduh, kok malah jadi begini dia. Karena melihat hal ini, si teman nya itu mungkin mau ngasih waktu aku untuk menyelesaikan urusan itu. Akhirnya terjadilah "perdebatan" karena dia malah mau minta di cancel keanggotaan dia, trus cari-cari alasan lagi menyalahkan kami sudah mendaftarkan dia. Gubraks! sabar...sabar....Nah siapa juga tadi yang setuju dengan mengisi form dan copy KTP, setuju mau didaftarin. Sampai udah aku ulangi lagi untuk kepastian nya, dia bilang iya. Kok malah jadi negatif gitu ya....udah aku nasehatin banyak, akan dibantu, akan dibimbing, etc lah. Dia malah mikir gak bisa jualan juga, trus starter kit dan ID dia mau dikasih ke orang lain aja.....waduh gubraks lagi deh! Ya udah aku tetap aja sabar ngadepin dia sambil kasih pencerahan lagi. Nih orang kok amit amit "bolot" banget ya, sebegitu "gelap" nya kah hati dan pemikiran dia. Sebegitu mudahnya berubah menjadi negatif kah dia ttg bisnis ini. Poor of him! Ya sudah daripada berlarut-larut karena udah maghrib juga, aku sama suami pamit aja, tapi masih aku tegasin deh dia aku minta coba aja dulu jalanin sebisanya dulu. Oh, ya urusan presentasi ke temen dia tadi itu udah kelar, dan memang belum join, tapi dia mau ikutan trening ke bulungan dulu liat spt apa sebenarnya oriflame. Ya sudah tak mengapa, monggo saja. Udah tuker-tukeran no hp kok. Dia sih tampak positif, dibanding si tukang photo copy itu. Tapi ya wallahualam...liat aja nanti.

Eh, ndilalah, ditengah jalan arah pulang, hujan turun dan semakin deras. Walah kok lengkap sudah ini ya, hm....mungkin Allah kasih hujan supaya kami tidak "membara" kali ya......hahahha....weh tapi jujur agak kesel juga sih karena peristiwa itu, ada-ada aja. Ya sudah sampai rumah dalam keadaan basah kuyup banget. Karena gak bawa mantol dan memang mau nekat aja karena belum sempat sholat maghrib.

Hm.....pelajaran berharga bagiku, bahwa kalau mau memprospek orang itu musti lebih lihat "hatinya" deh kayaknya. Feeling nya juga musti diperkuat gimana tampaknya prospekan kita ini. Yang pasti kalau memprospek orang yang sama sekali tidak kita kenal musti lebih hati-hati aja bicaranya.

Trus jangan putus asa kalaupun ada saja yang bikin kita kesel, yang pasti semua musti dihadapi dengan lapang dada dan senyum. Trus coba lagi dan lagi. Jangan trus down apalagi putus asa gak mau rekrut lagi.....

Setiap peristiwa yang terjadi adalah guru untuk kita melangkah lebih baik lagi kedepannya....

go rekrut, go diamond!
^_^

No comments:

Post a Comment