30 Mar 2010

Konsisten dan Totalitas

Alhamdulillah.....

Yes, here I am. Tepat di tanggal 29 Maret 2010 saya resmi jadi manager 18% di oriflame. Setelah dua bulan sebelumnya masih di posisi 15%....hehhee...kelamaan ya...:). Gak papalah, dalam 5/6 bulan aktif bisa di posisi 18%. Terimakasih ya Allah atas ijinMu ini. Semoga berkah untukku, keluargaku, teamku dan semua orang yang ingin belajar sepertiku di oriflame.

Kata kunci disini adalah konsisten dan totalitas. Mengapa? jangankan menjalankan bisnis oriflame, untuk pacaran aja kita perlu konsistensi kan agar hubungannya tetap baik dan terarah hingga berumahtangga yang sesungguhnya. Lalu totalitas dengan usaha dan niat pacaran itu sendiri agar segala upaya bisa mencapai tujuan pernikahan dan berumahtangga yg sebaik mungkin. *loh, jadi ngomongin pacaran dan pernikahan toh ini :-D* 

Ah bukan, disini saya ambil perumpamaan:

"Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami"
(Hasan Al Banna)
rasanya selalu belum cukup,tapi tak ingin menyerah dalam keterbatasan, kelemahan diri..

Nah, perumpaan diatas sangatlah tepat, bahwa kita musti cinta terhadap usaha yg sedang kita jalani, musti butuh yang namanya konsistensi dan totalitas untuk mencapai goal yang sudah kita targetkan. Dua kata yang terdengar simple, tapi sebenarnya kunci dari segala usaha yang akan membuat kita sampai pada goal kita, dimana didalamnya penuh dengan perjuangan dan pembelajaran bagaimana "menyusun otak, perbuatan, dan aplikasinya" menjadi benar-benar terukur dan nyata untuk pencapaian tujuan itu sendiri. 

Menjadi manager 18% itu bukanlah sekedar isapan jempol semata. Tapi proses untuk menjadi manager 18% itu bagi saya yang seorang ibu dari seorang anak 21 bulan sekaligus pekerja kantoran yang pergi pagi pulang malam, sangatlah tidak gampang. Tapi karena saya cinta sama bisnis saya, saya harus konsisten menjalaninya. Misalnya kalau tidak bisa beroriflamean di kantor ketika saya harus mentraining orang, maka saya sempatkan untuk melakukannya disela jam istirahat, lalu saat pulang kantor ketika ada kelas oriflame di bulungan, saya ikut. Ditengah perjalanan menuju bulungan pun saya manfaatkan untuk merekrut orang. Lalu hari sabtu ketika ada training mingguan saya datang dan minggu ketika harus hadir di OOM grup saya, saya datang. Tapi juga saya harus bisa atur jadwal untuk bersama anak dan suami dirumah. Artinya apa, bagi saya bisnis oriflame ini bukanlah bisnis yg menyita waktu saya, bukanlah bisnis yang tidak mungkin dijalankan oleh orang seperti saya. Bukanlah bisnis yang ntar sok ntar sok, tapi bisnis yang flexible mau dijalankan kapan saja asal konsisten menjalaninya pasti jalan juga.

Bikin pintar diri sendiri dulu itu penting, belajar untuk tidak cepat menyerah dengan keadaan dan berusaha untuk belajar dari kegagalan itu juga bagian pencapaian level itu sendiri. Saya harus tanamkan dalam diri kalau saya YAKIN bisnis ini akan membawa saya dapat mencapai impian-impian saya, yang mungkin dulu terkesan "ah gak mungkin", tapi karena saya ada di oriflame dan boss family, maka kata-kata itu terhapus begitu saja. Di dunia ini semuanya bisa saja terjadi asal kita usahakan sebaik mungkin dan berdoa untuk itu. Biar bagaimanapun, ridhoNYA adalah kunci segalanya. 

Lalu unsur selanjutnya adalah kerjasama team. Ya, bisnis ini adalah bisnis keroyokan, dimana didalamnya ada sejumlah pelaku yang beraneka ragam karakter dan keinginannya. Nah, saya menerapkan hubungan pertemanan dan kekeluargaan disini, bahwa kami harus bisa membuat seluruh "keluarga" kami senang dan sadar untuk menjalankan bisnis ini. Musti penuh perhatian dan arahan bahwa kita ini "satu tubuh", saling mengisi. Ada kalanya harus terjun kebawah untuk membimbing secara langsung team kita, harus sabar dan mengupayakan agar sistem duplikasinya tidak menyimpang. Gak usah perhitungan sama team kita, investasikan waktu, tenaga dan pikiran kita setidaknya untuk membantu team kita. Lalu "legowo" dengan mereka jika mereka belum berhasil mencapai goal yang kita arahkan, tapi lakukan coaching dan cari solusinya. Selalu cek dan recheck dengan segala keterbatasan ruang, waktu, dan mungkin media. Tapi keterbatasan tidak lah untuk diamini sehingga menjadi alasan untuk kita tidak bisa menjalankan bisnisnya, bukan, tapi bagaimana solusinya agar tetap bisa konsisten. 

Sebenarnya alasan DIRI lah yang membatasi kita sendiri. Bukan karena waktu, media, atau keadaan, tapi kita sendirilah yang membatasinya. Dan parahnya justru tidak membawa kemajuan malah kemunduran, banyak alasan malah akan membuat kita capek loh... 

So, tetaplah berusaha agar bisa konsisten menjalankan bisnis ini. Bersikap total lah terhadap pekerjaan kita ini, bikin diri pintar, lalu usahakan sebaik mungkin. Hindari BCA (banyak cari alasan) apalagi MALAS! Ayuk bangun kerajaan kita di oriflame dan boss family....

Big thanks to suamiku Bondan atas semuanya. Ida, Ilna, my super uplines. Eva, Cia my super nenekcrosslines (the three musketeers kelas selasa malam...hahaha). Lalu leader-leaderku yang hebat-hebat: trie-siska and the group, iwu, kaka, yuni laely and team magelangnya, indah-nina, dan semuanya deh....you are rocks! keep spirit and move better yaa.....

Go SM next!
*gambar dicomot dr istockphoto.com*

No comments:

Post a Comment