Segala cerita Chietut dan suami Bondan yang menjalankan bisnis Oriflame sambil ngantor dan dari rumah. Bisnis yg cocok dijalankan oleh semua kalangan. Yuk bergabung bersama kami? :)
29 Apr 2010
PEJUANG FLYER
Hari ini, pada pukul 11.36 WIT (Waktu Indonesia Bagian Tebet) HP saya bergetar tanda ada SMS masuk. Ternyata dari Bundanya Ufi.
“Ayaaahhh…ada promo rekrut dan join, flyr bulungan udh habis! Mbk thia dan bosses geram krn gk diksh tau..Br tadi diluncurkan tp dh abs. Bunda tlp orfast rawa gk nymbung2..huhu. Iki gek koordnasi ma dl2 kali aj ada yg bs menyelmtkan.. Nek ayah bs ke rawa mau dong..Hiks”
Saya pun menjawab :
“Wah parah. Y udh tar tak cek kesana”
”Nek ono order 1000 dh yah.. Huhuhu
“Coba orifast terus. Tp ayah tetep jln btr lg”
”Bunda cb terus ki dr td. Msh nut..nut.. terus”
Singkat kata, saya segera bersiap-siap buat keluar kantor. Waktu baru menunjukkan pukul 11.45 alias 15 menit lagi sudah masuk jam istirahat. Tapi masa bodoh lah, pikir saya, toh bentar lagi udah istirahat. Yang penting bisa sampai Rawamangun (RM) secepatnya.
Tak berapa lama dengan menunggangi si kuda besi, saya sudah melaju di jalanan. Eh, baru 10 menit di jalan tiba2 bunyi petir menggelegar, kemudian hujan turun dengan derasnya. Saya yang nggak bawa jas hujan buru-buru cari tempat berteduh. Sekitar 15 menitan saya terdampar di halte bersama bikers dan pejalan kaki yang lain.
15 menit kemudian hujan mulai reda dan tinggal rintik2, maka saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Segeralah si gesit irit digeber habis di jalanan yang mulai banyak dihiasi dengan genangan air.
Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak *eh kebalik ya?*. Sampai di bawah flyover Salemba arah Pramuka, hujan kembali turun dengan derasnya. Alhasil saya harus berteduh kembali. Sementara itu kondisi jaket dan celana sudah mulai basah oleh hujan. Untungnya hujan kembali reda. Waktu menunjukkan pukul 12.35 tatkala saya melanjutkan perjalanan lagi.
Kali ini perjalanan lancar dan sampai di Ori RM tanpa diganggu hujan. Segera saja saya meluncur ke CS untuk order Flyer Promo dan Flyer Rekrut 94269 dan 94271. Terjadilah berbincangan sbb :
Mbak, saya mau order flyer promo dan rekrut masing2 1000 pcs”
CS :” Maaf Pak, tidak bisa. Disini cuma dibatasi masing-masing 20 lembar untuk setiap konsultan”
” Lho, kenapa Mbak? Di Bulungan sama di Daan Mogot bisa kok, order flyer sekali beli bisa langsung banyak. Bulan lalu saya order orifast 800 biji disini juga bisa kok”
CS:” Itu kondisinya lain Pak. Waktu itu flyer disini sedang banyak, jadi kami bisa fleksibel dalam menerapkan kebijakan. Sekarang tidak.”
Saya berpikir sejenak, kemudian berkata : "Oke saya paham. Sekarang gini. Mbak bilang tiap konsultan dibatasi cuma bisa beli 20 lembar untuk setiap flyer. Nah, sekarang kalo saya menggunakan ID Downline untuk melakukan pembelian dalam jumlah banyak bisa atau tidak?”
CS:” bisa saja Pak, asalkan Bapak bersedia menulis satu per satu dalam COF.”
Saya berpikir lagi. Bagaimana caranya bisa dapat ID Downline2 dalam waktu cepat. AHA ! Print AR ! Itu solusinya! Saya memang cerdas ! *lebay* :-p
Buru-buru saya print AR supaya bisa kembali ke antrian lagi. Setelah AR didapat, saya pun kembali menuju antrian. Tapi…. Wait! Bukankah untuk order harus menggunakan COF? Tapi ntar dulu deh, saya mau coba usaha dulu, sapa tau CSnya berbaik hati mau memproses order tanpa menggunakan COF *devil mode on*
Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak *kali ini bener*, Si CS tidak mau memproses order tanpa menggunakan COF. Itu artinya, saya harus menuliskan satu persatu orderan Flyer di tiap-tiap COF untuk tiap-tiap nomor konsultan. Huaaaaaaaa!
Saya langsung berinisiatif menuju ke tempat pak Satpam, dimana biasanya COF dijual. Tetapi sialnya si Satpam sedang istirahat makan siang sehingga saya belum bisa beli COF. Tapi saya tidak kehilangan akal, langsung saja seorang staf Ori yang sedang kelihatan menganggur saya mintain tolong untuk mengambilkan COF. Untungnyaaaa… si staf mau ! hiahahahaha. Akhirnya diambilkannya satu buku COF sambil berkata :
"Bapak mau berapa lembar?”
"Beli satu buku sekalian deh. Berapa harganya?”
"Tiga rebu”
Hah, tiga ribu? Dalam hati saya berpikir. Bukannya tiap lembar COF biasanya dihargai 100 rupiah, sehingga kalo order satu buku harusnya bayar Rp. 10.000,-? Tapi sudahlah, yang penting COF sudah didapat dan bisa segera diisi.
Jari jemari saya segera bergerak cepat menuliskan kode konsultan dan kode Flyer ke tiap-tiap lembar COF sampai sebanyak 45 lembar (yang semula saya kira sudah ada sebanyak 50 lembar).
Sambil menulis, telinga saya tetap mendengarkan apa yang terjadi di sekeliling. Ada seorang ibu-ibu yang ternyata mau beli COF juga, dan kali ini satpam yang berjaga sudah ada di tempatnya.
“Pak, satu buku harganya berapa?”
“Satu lembar harganya seratus rupiah Bu, jadi satu buku 10.000 rupiah”
(Hiahahahahaha. Saya ketawa di dalam hati. Rejeki memang tidak kemana) :-D
Setelah sedikit pegal menulis sebanyak 45 lembar COF saya bergegas mengantri kembali dan segera menyerahkan COF ke CS in charge
” Mas, ini orderanku.” (Sambil menyerahkan segepok COF)
CS mlongo…. :”Hahhhh!!?? order segini banyak Pak?”
“Iya. Tapi itu orderan barang sejenis kok. Aku pesen flyer.”
CS masih mlongo sambil celingak celinguk ke rekan-rekan disebelahnya :” Inii… berapa banyak Pak?”
Nggak banyak. Cuma 900 lembar masing-masing kode flyer kok. Jadi total 1800."
CS: Lhoo… *Masih mlongo*
A : Lha iya. Tadi kata Mbak disamping sampeyan, aku harus tulis satu per satu. Jadi ya aku bikin kayak gituuu. Berarti sampeyan juga harus input satu per satu. Print satu per satu”
CS:” Mmmm… Gak masalah sih Pak *sambil mengerepekkan tulang jari2 tangannya*… kasih waktu saya 15 menit. *katanya optimis*.
"salut Pak, salut… order flyer segini banyak" *sambil geleng2*
…….
30 menit kemudian, meleset dari waktu yang dijanjikannya – kegiatan ketik mengetik pun selesai. Sambil cengingas cengingis, yang menandakan si CS tersenyum puas, seolah-olah terbebas dari hukuman mengetik dengan menggunakan sistim 2 jari – dia menyebutkan bilangan yang harus saya bayar.
Transaksi di CS selesai. Saya segera meluncur ke lantai dua tempat pengambilan barang. Mudah-mudahan nggak lama, karena jam istirahat kantor sudah selesai dan saya harus segera kembali ke kantor. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.45.
Satu menit… dua menit…. Seperempat jam…. Setengah jam…. Sementara orang-orang sudah datang dan pergi mengambil orderannya, nama saya belum dipanggil-panggil juga. Iseng-iseng saya menengok aktivitas dibalik kaca tempat pengambilan barang. Ternyata seorang staf yang belakangan saya ketahui namanya adalah pak David sedang mengumpulkan flyer-flyer untuk dimasukkan ke nampan2 tempat naruh orderan. Aha, sepertinya itu punya saya! Ya sudah, secara saya sudah lapar, maka saya tinggalkan tempat ini sejenak buat nyari makan diluar.
Jam 15.15 saya kembali lagi ke dalam dan langsung menanyai Pak David apakah order flyer saya sudah bisa diambil.
“Bisa Pak, tapi tunggu dulu ya, saya selesaikan ini dahulu” Kata Pak David sambil memanggil satu per satu nama konsultan.
Ya sudah, sambil bersungut-sungut saya kembali duduk. Gimana enggak, waktu sudah menjelang 15.30 tetapi saya belum juga menyelesaikan urusan di sini. Padahal saya harus segera kembali ke kantor. Gimana kalo bos di kantor tau bahwa saya pergi tanpa pesan? *cieeeh kayak judul lagu dangdut saja*
Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba juga. Pak David memanggil nama saya. Saya pun segera menyerahkan segepok kuitansi buat mengambil flyer2 pesanan saya. Terlihat Pak David menarik napas dalam-dalam sebelum memulai memproses berkas-berkas tersebut, seolah-olah dia bakalan memasuki masa-masa tersulit di dalam karirnya bekerja di kantor Ori Rawamangun!
Benar saja.
Lembar pertama selesai, tidak ada masalah.
Lembar kedua selesai, dan tidak terjadi masalah.
Tapiiiii…. Bukankah masih ada 43 nampan dan 43 lembar kuitansi lagi!?
Jika satu lembar kuitansi membutuhkan waktu 1 menit, bukannya Pak David bakalan membutuhkan 45 menit???
Sampai di sepertiga perjalanan alias 15 menit pertama alias di nampan yang ke 15, suara-suara sumbang mulai terdengar di belakang.
“Ini pesan apaan sih kok lama amat?”
“Gue ini jauh2 ke Rawamangun karena pengen cepet loh, eeehhh… nggak taunya sama saja. Malah bisa-bisa bakalan lebih lama…!”
‘Staf yang lain kok nggak ada yang bantuin sih? Kalo yang ngerjain cuman satu orang... ya sampai Maghrib nggak bakal selesai2!”
Tapi ada juga yang simpatik dan berinisiatif mendekati saya sambil mengajak ngobrol.
Si Mbak yang persuasif ini sepertinya levelnya sudah tinggi, karena waktu saya tengok ARnya, angka Group BPnya menunjukkan bilangan dua puluh ribuan.
“Pesen Flyer ya Mas?”
“Iya Mbak.”
“Berapa banyak?”
“seribu delapan ratus.”
“Banyak juga. Saya juga order tadi, tapi kehabisan. Boleh saya beli barang 40 lembar?”
“waduh, maaf Mbak. Ini mau saya distribusikan di jaringan kami. Sebanyak ini saja mungkin masih kurang. Jadi maaf, saya nggak bisa bagi ke orang lain.”
Yaaaah. Sayang banget…”
Sementara itu si Pak David masih berkutat dengan kesibukannya. Nampan dan kuitansi sudah menunjukkan hitungan yang ke 30-an. Suara-suara sumbang di belakang masih saja terdengar. Iseng-iseng saja saya ngomong ke Pak David.
“Pak David, coba deh sampeyan ngomong ke Managernya Rawamangun, lain kali nggak usah dibatasi 20 lembar tiap konsultan. Memang maksudnya baik, supaya banyak konsultan yang kebagian flyer. Tapi kalo akhirnya ada orderan banyak kayak gini yang repot kan bapak juga. Harus masukin tiap 20 flyer ke masing-masing nampan, masukin bungkus plastiknya, masukin satu lembar cof, cek masing-masing kuitansi. Belum lagi di CSnya. Harus ngetik atu-atu, continous paper yang kepake juga banyak.
Dibatasi boleh, tapi jangan terlalu kecil jumlahnya. Coba kalo boleh order misalnya 100 lembar per order, pasti tidak akan seribet ini”
Pak David mengangguk-angguk saja, entah mengerti entah tidak karena fokusnya sedang tertuju ke menyelesaikan orderan saya! Hahahahaha
Dan akhirnya…. Jam 16.30 kelar juga. Saya sudah bisa mundur dengan membawa sebanyak 45 nampan berisikan flyer dan pernak-pernik lainnya sambil diikuti oleh banyak sekali pasang mata iri yang mengharap flyer !
Sekitar 20 menitan saya masih harus berkutat menata flyer-flyer ke dalam bungkus plastic, untuk kemudian meninggalkan Ori RM dengan perasan lega, karena mission accomplished !
inilah tumpukan flyer itu...:)
Satu label lagi yang bakal disematkan ke saya oleh istri, yaitu PEJUANG FLYER :-D
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment