Semenjak nyemplung di dunia network marketingnya Oriflame melalui Bossfamily, kami sering sekali mendengar keluhan tentang "saya nggak bisa ngomong, nggak pandai menjual, nggak pintar merekrut, nggak pede dalam meyakinkan orang" dan enggak enggak yang lain. Disamping itu ada juga syndrom yang disebut oleh kebanyakan orang sebagai syndrom "terang saja" : 'terang saja si anu pintar karena...', 'terang saja si A pintar ngomong karena...', terang saja si B pandai jualan karena dia adalah orang... (sambil menyebut etnis tertentu)'
Pembaca, semua orang diciptakan sama dimata Allah. Nggak ada bayi yang begitu lahir jebrol sudah pintar ngomong. Nggak ada bayi yang langsung pintar jualan meski dia adalah keturunan etnis tertentu. Tetapi ketika sudah beranjak dewasa tercipta begitu banyak ragam manusia, maka yang menentukan adalah PROSES. Proses bagaimana dia dibentuk oleh lingkungannya dan proses bagaimana dia membentuk dirinya sendiri.
Si A pintar ngomong, itu karena ada proses yang telah dia lalui dari yang awalnya nggak bisa ngomong kemudian bisa menjadi orator atau motivator ulung; Si B gape bener merekrut, itu karena ada proses yang sudah dia lewati sehingga dia mempunyai banyak sekali member di jaringannya. Proses itu disebut dengan BELAJAR dan BERLATIH.
BELAJAR bisa dilakukan dengan banyak hal. Di klub kami - dan kami yakin ini berlaku dimanapun juga - Cara yang pertama dan paling gampang adalah dengan RAJIN DATANG TRAINING atau KELAS PELATIHAN. Sudah banyak kelas-kelas yang diadakan oleh Oriflame maupun Bossfamily sendiri di seputaran Jabodetabek ini. Mau di Depok, ada. mau di Tangerang, ada. Mau di Rawamangun, ada. Bahkan di luar kota, di Cirebon, ada. Di Surabaya, ada. Di Purwokerto, ada. Di Medan, ada. Pendek kata, jika mau membuat diri pintar bisa dilakukan dimana-mana.
Yang menjadi masalah adalah mau nggak anda mengangkat (maaf) pantat anda untuk beranjak dari kursi nyaman anda di depan teve, untuk kemudian mematikan teve anda dan pergi ke kelas2 training tersebut? Mau nggak anda menginvestasikan waktu anda di hari minggu yang biasanya dipakai buat berleha-leha untuk datang ke kelas2? Mau nggak anda sedikit bersusah payah, menembus hujan atau teriknya panas matahari di siang bolong untuk menghadiri pertemuan2? Jika jawabannya adalah belum, maka tak heran jika anda susah berkembang di bisnis ini.
TRAINING adalah salah satu kunci berhasilnya anda di bisnis ini, karena syarat utama agar bisa berhasil adalah anda harus membikin pintar diri anda dahulu. Melalui training anda bisa belajar ngomong, bisa belajar bagaimana cara melakukan presentasi, bisa belajar mengenai bagaimana cara memotivasi orang dan cara meyakinkan orang. Dengan rajin training berarti anda akan selalu bertemu dengan orang-orang positif dan orang2 yang lebih dahulu sukses dibanding anda. Jika anda sudah terus menerus secara konstan berkumpul dengan orang2 yang positif dan orang2 yang terlebih dahulu sukses, insyaAllah anda sudah berada di jalan yang benar untuk menyusul kesuksesan mereka. Amin
Apa lagi setelah training?
Anda harus rajin BERLATIH dan PRAKTEK, mempraktikkan apa yang sudah anda dapat di kelas-kelas pelatihan dalam aktivitas keseharian. Disinilah penggojlokan diri anda yang sebenarnya, apakah anda akan menjadi telur ataukah bola. Pembaca pasti tahu sifat telur. Telur adalah benda yang berkulit keras namun mudah pecah bila kita banting. Sedangkan bola adalah benda lentur yang bisa kita pantul-pantulkan. Semakin keras pantulan, maka semakin tinggi bola memantul.
Nah, jika mental anda seperti telur maka sekalinya anda menghadapi penolakan-penolakan maka anda langsung menjustifikasi diri anda dengan "saya ternyata memang tidak berbakat di bisnis ini". Lain halnya dengan orang yang mengadopsi falsafah bola, semakin sering dia menghadapi penolakan, maka sesering itu juga dia kembali dengan pantulan-pantulan yang lebih tinggi. Semakin sering dia gagal, maka sesering itu pulalah dia akan menemukan solusi dan belajar dari kegagalan2nya supaya tidak terjerembab kembali ke kegagalan yang sama.
Bagaimana agar bisa punya mental seperti bola? tidak lain dan tidak bukan Anda harus selalu rajin datang ke KELAS pelatihan, rajin berkumpul dengan orang2 positif, dan rajin mempraktikkan apa yang sudah anda dapat tanpa kenal lelah.
Ingat kata2 bijak " Practise Make Better".
Seberapa sering kita harus ikut training atau belajar supaya kita bisa pintar?
Tidak ada batasan, semakin sering anda belajar, semakin pintar diri anda. You have to push your self to the limit, even the sky has no limit.
Orang2 seperti Mbak Meuthia Rizky, bunda Ona Kaplale, dan para Diamond2 yang lain pada awalnya adalah orang2 biasa seperti kita, tetapi mereka bisa berhasil adalah karena melalui tahapan yang disebut dengan BELAJAR dan BERLATIH secara terus menerus.
Nah, anda2 bisa lulus S1 karena sudah belajar sedari SD bukan?
Disinipun prosesnya juga seperti itu, tidak ada perbedaan yang mencolok
Jika mereka bisa, pasti kita juga bisa. :-)
No comments:
Post a Comment